Presiden Jokowi Sentil Penyerapan Anggaran di Peringatan Nuzulul Quran

By | July 4, 2015

presiden Jokowi Nuzulul Quran

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperingati Nuzulul Quran Tahun 1436 H/2015 M Tingkat Nasional dengan mengundang para menterinya, pejabat setingkat menteri, dan duta besar negara sahabat di Istana Negara, Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Jumat (3/7) malam lalu.

Tanpa mengesampingkan kehidmatan acara peringatan tersebut, Jokowi sempat menyinggung soal penyerapan anggaran oleh kementerian dan lembaga yang dibawahinya, tergolong sangat minim.

Jokowi berpendapat, setiap kali peringatan Nuzulul Quran diselenggarakan, baik di tingkat kenegaraan maupun kampung, secara otomatis umat Islam lebih bersemangat menjalankan ibadah seperti salat tahajud, ikhtiar, dan amal ibadah lainnya, semata untuk mendapat rida dari Allah.

Sang Kepala Negara berdoa agar rakyat bisa cukup sandang, pangan, dan papan. “Supaya rakyat sehat, berpendidikan, dan punya harga diri dan martabat, karena sesungguhnya negeri kita yang besar ini mestinya bisa maju, sejajar dengan negara maju lainnya,” ujar dia.

Jokowi pun menegaskan, masyarakat perlu menegakkan prinsip persaudaraan, baik manusia, sebangsa, dan setanah air, sebagai pemeluk agama dan kaum muslimin. Menurut dia, dengan spirit ukhuwah tersebut, pemerintah dan masyarakat punya kekuatan alamiah untuk membendung radikalisme atas nama agama.

“Selain itu, dengan bersandar di hadapan Allah, pemerintah mendorong penyerapan anggaran agar ekonomi masyarakat bergerak. Pemerintah ingin mempercepat realisasi program-program pembangunan nasional dilaksanakan,” kata dia.

Sebelumnya, orang nomor satu di republik ini kembali meminta para pembantunya mempercepat penyerapan anggaran meski himbauan serupa di awal tahun tak efektif mengoptimalkan belanja. Untuk itu, seluruh kementerian, lembaga dan pemerintah daerah segera menggelar tender proyek dengan terlebih dahulu berkonsultasi dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

“Di rapat tadi, presiden mengatakan percepat (penyerapan) anggaran. Kami akan pergi ke setiap kementerian untuk mencari masalahnya di mana,” ujar Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Sofyan Djalil, Kamis (2/7).

Bukan anggarannya saja yang dihabiskan cepat, kata Sofyan, tetapi yang penting adalah segera merealisasikan proyek-proyek pembangunannya. Terutama di daerah, lanjutnya, seluruh bupati dan gubernur harus mempercepat izin proyek dengan terlebih dahulu berkonsultasi dengan BPKP.

“Kalau dia (bupati dan gubernur) tidak memberikan izin cepat, maka (kewenangannya mengeluarkan) izin diambil oleh pemerintah pusat,” tuturnya.

Selain itu, Sofyan mengatakan Jokowi meminta aparat penegak hukum seperti BPKP melakukan pemeriksaan di awal sebelum proyek ditenderkan agar tidak menjadi masalah hukum di kemudian hari.

“Nanti akan ada Inpres yang ditujukkan kepada penegak hukum bahwa kalau misalnya ada laporan suatu penyimpangan minta BPKP atau Inspektur dulu memeriksa, sepetri zaman dulu,” tuturnya.

sumber : cnn


Author: Alkhalifi Sastra

Saya sangat berterimakasih kepada semua kontributor, Editor, penulis serta pembaca setia www.likeupdate.com, saya pribadi sebagai pengembang sangat menghargai semua karya serta apresiasi mereka . Dan untuk terjaga suasana yang nyaman dan santai bagi semua pihak. saya juga menghimbau untuk para pembaca, penulis ataupun Editorial di LikeUpdate.com apabila menemukan pelanggaran atau hal yang tidak ber-etika di halaman LikeUpdate.com silahkan laporkan melalui form contact us pada menu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *