Kasus Pemerkosaan (yuyun) Siswi SMP Oleh 14 ABG di Bengkulu

By | May 9, 2016

nyalauntukyuyun

 Siswi SMP Bengkulu – Memang tidak banyak media yang menulis berita tentang Yuyun. Pun, tak banyak orang membicarakannya. Menurut data Spredfast misalnya, kata kunci Yuyun di Twitter mulai naik grafiknya pada akhir pekan lalu dengan jumlah kicauan lebih dari 1.800 kali – dipicu oleh inisiatif sejumlah pengguna untuk menggunakan tagar Nyala Untuk Yuyun sebagai wujud simpati.

Artikel Terkait : Puisi Sedih “Nama Saya Yuyun”

Padahal, laporan tentang adanya seorang siswi SMP yang ditemukan tewas tanpa busana itu muncul pada Selasa, 5 April lalu, dalam beberapa situs berita lokal Bengkulu.

Penyelidikan yang dilakukan polisi mengungkap bahwa siswi berusia 14 tahun bernama Yuyun bin Yakin itu diperkosa oleh 14 pemuda hingga tewas. Sebanyak 12 pelaku berhasil ditangkap dan terancam hukuman hingga 15 tahun penjara.

Yuyun, anak SMP 14 tahun, diperkosa 14 laki-laki di perjalanan pulang sekolah hanya karena mereka mabuk dan ingin. 14 laki-laki ini hanya terancam hukuman 15 tahun penjara. Adil?

“Para tersangka ini membunuh korban dengan cara menjatuhkan korban ke jurang dalam kondisi kedua tangan terikat setelah memperkosanya,” kata Kapolres Rejang Lebong Dirmanto seperti dilaporkan harianrakyatbengkulu.com.

Yuyun (14), seorang siswi SMP di Kecamatan Padang Ulak Tanding, Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu tewas setelah dicabuli 14 pemuda. Jasadnya ditemukan di dasar jurang sedalam 5 meter di pinggir hutan Desa Kasie Kasubun, Kecamatan Padang Ulak Tanding.

Kapolres Rejang Lebong AKBP Dirmanto mengatakan, jenazah saat ditemukan dalam kondisi tertelungkup tanpa busana dengan tangan terikat dan terdapat luka lebam di beberapa bagian tubuhnya. Tubuh jenazah juga mengeluarkan bau busuk yang menyengat sebab mayat sudah berada di TKP selama tiga hari sebelum ditemukan.

“Kami sudah mengamankan 12 dari 14 orang pelaku pemerkosaan. Dua pelaku lain masih kami kejar,” ujar Dirmanto di Rejang Lebong, Kamis (14/4/2016).

Dari 12 pelaku yang ditangkap, dua di antaranya merupakan kakak kelas korban. Mereka adalah FE dan SP. Sepuluh pelaku lain adalah DE, TO, DA, SU, BO, FA, ZA, AL, SUU dan SA.

Dari pengakuan para tersangka kepada polisi, mereka mengonsumsi tuak di rumah DE, salah seorang tersangka, sebelum mencabuli Yuyun. Dalam kondisi mabuk, mereka menuju pinggir jalan yang berbatasan dengan perkebunan karet milik warga.

Saat itu, Yuyun lewat sepulang dari sekolah dan masih mengenakan seragam. DE yang mengenal Yuyun lalu mencegat dan menyeretnya ke dalam hutan.

Secara bergantian, mereka lalu memerkosa korban yang tidak berdaya. Salah seorang pelaku kemudian menghantamkan kayu ke kepala korban dan pelaku lainnya mencekik leher Yuyun hingga tewas.

Jasad korban pencabulan yang sudah tidak bernyawa lagi lalu diikat dan dibuang ke dalam jurang. “Dua belas pelaku sudah kami tetapkan sebagai tersangka dan dua lain kami kejar sebagai buronan,” kata Dirmanto.

Sebanyak 14 ABG tersangka kasus pemerkosaan dan pembunuhan Yuyun (14), siswi SMP di Desa Kasie Kasubun, Kecamatan Padang Ulak Tanding, Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu terancam hukuman 30 tahun penjara.

Kapolres Rejang Lebong AKBP Dirmanto mengatakan para tersangka dijerat Pasal 76 d Undang-Undang Nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman 15 tahun penjara dan Pasal 338 KUHP tentang menghilangkan nyawa orang, dengan ancaman 15 tahun penjara serta Pasal 536 KUHP tentang mabuk-mabukan di tempat umum dengan ancaman tiga hari kurungan.

Sementara itu, dua pelaku lain berinisial BE dan CH sudah diamankan tetapi belum pemberkasan. “Yang dua lagi sengaja dilakukan pemberkasan terpisah karena kita kekurangan penyidik,” kata Dirmanto.

Kapolsek Padang Ulak Tanding AKP Eka Chandra saat dikonfirmasi menjelaskan, sesuai dengan pengakuan para tersangka, awalnya DE, FE, AL dan SU berpesta minuman keras jenis tuak yang dibeli di salah satu warung di Desa Kasie Kasubun. Dalam kondisi mabuk, mereka pergi ke pinggir jalan dan bertemu 10 tersangka lain.

sumber : liputan6.com

Advertisements

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *