Inilah Penyebab Banyak Artis Ikut Gabung Prostitusi Online

By | December 11, 2015

prostitusi NM

Jagat dunia hiburan tanah air kini kembali ternoda dengan adanya kasus prostitusi online yang melibatkan para artis fenomenal berinial NM dan PR.

Pengamat Sosial Universitas Indonesia (UI) Devi Rachmawati dalam hal ini angkat bicara. Menurut dia, ada beberapa faktor yang penyebab bisnis haram ini mulai marak terjadi di lingkungan para selebritis.

Baca Juga : Siapakah Artis Insial NM dan PR ?

Saat ditemui disela-sela kesibukannya, mantan Humas UI ini berpendapat, selain dari gaya hidup, masa kepopuleran juga menjadi faktor utama yang penyebab bisnis prostitusi online tersebut menjamur dikalangan dunia hiburan.

“Selebritis adalah profesi yang tidak mudah, sehingga dalam kondisi tertentu untuk mempertahankan popularitas dan gaya hidup selebritisnya itu, membuat mereka terpaksa masuk ke dunia gelap. Masa pakai selebritis mempertahankan ketenarannya sangat singkat. Persaingan begitu ketat. Ini berdasarkan riset yang dilakukan di negara Eropa,” kata Devi yang kami kuti dari VIVA.co.id, Jumat, 11 Desember 2015.

Tertangkapnya para seleb, yang terindikasi melakukan prostitusi dengan modus online, lanjut Devi, menjadikan semacam alarm berubahnya dunia prostitusi jalanan ke prostitiusi online yang terjadi saat ini.

“Apa yang terjadi pada selebritis juga terjadi pada profesi lain. Tidak semua selebritis melakukan demikian begitupun masyarakat. Yang jelas dalam kasus ini telah terjadi perubahan atau pergeseran yang luar biasa dari prostitisi jalanan menjadi prostitusi online,” tambahnya lagi.

Alasan dari prostitusi online dipilih selain karena sangat efektif, dan si pelakunya juga akan merasa lebih aman dalam menjalankan bisnis haram dan terselubung tersebut.

“Membuat transaksi mudah, murah dengan karakter internet yang menyamarkan identitas pelakunya merasa sangat terbantu, berbeda ketika dijalanan,” ujar Devi.

Daya Tarik yang dimiliki Selebritis

Devi menambahkan, fenomena se*s komersil di kalangan para artis, tidak terlepas dari faktor kepopuleran dan sosok figur dari si pelaku.

“Selebritis sebagai sosok individu yang begitu menjadi sorotan masyaraktat. Hal ini menimbulkan kelangkaan atau semacam barang antik yang membuat banyak orang yang ingin bertemu atau memiliki fantasi-fantasi tertentu. Nah, ini yang dimanfaatkan oleh kelmpok-kelompok yang mengeruk dari adanya permintaan tadi,” Ujar devi lagi.

Devi menegaskan, para pelaku prostitusi online berbeda degan pelaku prostitusi pada masa yang lalu. Kebanyakan dari mereka menggunakan system part time, sesuai dengan kebutuhan-kebutuhan tertentu saja.

Selain dari faktor keimanan & keharmonisan keluarga mereka, hal yang sangat penting untuk menangkal kasus yang seperti ini adalah dengan cara gaya hidup sederhana.

“Para pejabat, khususnya para selebritis harus menghadirkan gaya hidup sederhana. Mereka harus sadar, mereka adalah sosok figur yang menjadi sorotan masyarakat, menjadi semacam kompas gaya hidup. Sehingga apa yang mereka perbuat, kenakan dan tampilkan sangat memungkinkan di foto kopi oleh masyarakat,” ujar Devi.

Dan hahayanya, kata Devi, mereka yang tidak sanggup untuk mengikuti atau mencontoh hal itu maka akan mungkin melakukannya segala cara. Ada baiknya jika kita sama-sama mengkampanyekan untuk hidup sederhana. “Dan kita perlu apresiasi aparat kepolisian yang begitu cepat menindakanjuti prostituisi online. Saya berharap pemerintah juga serius menaggapi permasalahan ini,” kata Devi.

sumber : viva.co.id


Author: Alkhalifi Sastra

Saya sangat berterimakasih kepada semua kontributor, Editor, penulis serta pembaca setia www.likeupdate.com, saya pribadi sebagai pengembang sangat menghargai semua karya serta apresiasi mereka . Dan untuk terjaga suasana yang nyaman dan santai bagi semua pihak. saya juga menghimbau untuk para pembaca, penulis ataupun Editorial di LikeUpdate.com apabila menemukan pelanggaran atau hal yang tidak ber-etika di halaman LikeUpdate.com silahkan laporkan melalui form contact us pada menu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *