Diet Vegetarian

By | May 26, 2015

Jika pola makan kita salah akan berimbas pada tubuh kita sendiri. Penyakit akan bergotong royong berdatangan. Diabetes, hipertensi, asam urat ataupun jantung koroner merupakan beberapa di antaranya. Dengan menjalankan diet vegetarian dengan benar tubuh akan tercegah dari timbulnya penyakit-penyakit degeneratif tersebut.

Diet vegetarian merupakan suatu pola makan dengan cara membatasi sumber bahan pangan hewani. Tingkatan diet vegetarian ada 4 tingkat, yakni:

  1. Semi vegetarian.

Pada tahapan semi vegetarian sebenarnya masih mengkonsumsi produk hewani hanya saja di batasi dan masih lebih dominan bahan pangan nabatinya

  1. Lacto vegetarian.

Tingkatan ini mengkonsumsi aneka produk kacang-kacangan beserta olahannya namun tidak lagi mengkonsumsi daging, unggas, ikan, dan juga telur. Namun, Lacto vegetarian masih mengkonsumsi susu sehingga kebutuhan protein hewani dan kalsiumnya masih bisa tercukupi dengan konsumsi susunya.

  1. Lacto ovo vegetarian.

Tipe diet vegetarian inilah yang paling aman karena masih mengkonsumsi telur, susu dan turunan produk susu sehingga masih bisa mencukupi kebutuhan protein tubuh yakni asam amino esensial.

Pada tahap ini segala jenis produk hewani dan hasil olahannya di tinggalkan. Seseorang pada tingkatan ini sebenarnya beresiko mengalami kekurangan protein, sehingga harus banyak mengkonsumsi kacang-kacangan berikut hasil olahannya agar kebutuhan asam amino esensial pada tubuh tercukupi

Saat melakukan diet vegetarian, asupan protein untuk tubuh harus selalu di waspadai. Protein dalam tubuh berfungsi sebagai zat pembangun dan pengganti sel-sel tubuh yang rusak. Protein itu sendiri tersusun atas berbagai jenis asam amino esensial yang hanya bisa di peroleh tubuh melalui asupan makanan.

Untuk diet vegetarian tingkat semi vegetarian, vegetarian lacto dan lacto ovo masih bisa mencukupi kebutuhan asam aminonya dengan asupan telur dan susu, namun bagi diet vegetarian tingkat vegan perlu kecermatan khusus ketika memilih sumber protein nabati.

Sumber nutrisi lain yang bisa di konsumsi bagi para diet vegetarian adalah karbohidrat. Sumber karbohidrat seperti kentang, jagung, ubi dan juga beras merupakan bahan pangan yang boleh di konsumsi oleh para kaum vegetarian. Beda halnya dengan lemak, bagi para  diet vegetarian asupan lemak sangatlah di batasi apalagi sumber lemak hewani. Jatuhkan pilihan anda pada lemak nabati yang sehat seperti minyak biji matahari, olive oil, minyak sawit ataupun minyak kanola.

Pola makanan diet vegetarian sebaiknya mengacu pada pola makan menu seimbang. Pola makan menu seinbang yakni makanan yang harus tercukupi kebutuhan kalori, karbohidrat, lemak, vitamin, protein, mineral, serat dan juga air, namun kebutuhannya harus di sesuaikan juga dengan aktifitas keseharian, jenis kelamin, dan juga usia pelaku diet vegetarian.

Dengan melakukan diet vegetarian, kita dapat menurunkan resiko penyakit degeneratif yang biasanya di picu oleh pola makan tinggi lemak hewani, garam, protein, tinggi gula, tapi rendah serat. Sementara dengan diet vegetarian asupan produk hewaninya sangatlah minim.

Berikut ini ada beberapa mitos yang sering muncul di kalangan msyarakat mengenai diet vegetarian:

  1. mitos: diet vegetarian selalu mengkonsumsi makanan rendah lemak

fakta: ada 3 tingkatan diet vegetarian yang masih mengkonsumsi produk telur dan susu yang mengandung kadar lemak yang tinggi seperti yang di jelaskan sebelumnya. Tak hanya itu, pada tingkatan diet vegetarian vegan juga masih mengkonsumsi minyak zaitun yang juga mengandung kadar lemak yang tinggi

  1. mitos: dengan diet vegetarian dapat menurunkan kadar kolesterol

fakta: kolesterol memang bisa di turunkan dengan diet vegetarian, hanya saja harus tetap di ingat bahwa faktor genetik sangat mempengaruhi produksi kolesterol dalam darah.

Jika ingin memulai diet vegetarian, sebaiknya anda berkonsultasi dulu dengan ahli gizi terlebih dahulu untuk mengatur pola makan yang tepat.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *