Cara Pengobatan, Mencegah, Gejala & Ciri-Ciri Flu Singapura Pada Anak

By | June 11, 2016

Singaporean-Flu

Flu Singapura Pada Bayi  – Mungkin masih banyak yang belum mengetahui apa itu “flu singapura” (Singaporean Flu), terbukti ketika seorang anak saya diagnosis dengan menyebutkan “Pak, Bu, Ananda ini sedang terkena flu singapura” Ortu : “wah, penyakit apa itu dok? padahal kami belum pernah ke singapore”.. hmmm..  itu salah satu contoh dan masih banyak yang lainnya.

Flu Singapura atau biasa dikenal juga dengan penyakit Kaki, Tangan, dan Mulut merupakan infeksi menular yang disebabkan oleh virus. Penyakit ini biasanya menyerang anak kecil tapi bisa juga terjadi pada orang dewasa.

Pengidap flu Singapura biasanya mengalami bintil-bintil air dan luka-luka di sekitar atau di mulut, tangan dan kaki. Tapi, terkadang luka-luka tersebut juga muncul di siku tangan, bokong, lutut, dan lipat paha.

Gejala Flu Singapura

Gejala Flu singapura biasanya akan muncul 3 sampai 6 hari setelah anak terpapar atau terkena virus. Ini disebut masa inkubasi. Gejala dan Ciri-ciri flu singapura antara lain:

Masa inkubasi flu Singapura berlangsung kurang lebih satu minggu sebelum munculnya tanda dan gejalanya, yaitu:

  • Demam tinggi.
  • Sakit tenggorokan.
  • Hilangnya nafsu makan.
  • Muncul luka seperti melepuh berwarna merah di lidah, gusi, dan bagian dalam pipi.
  • Ruam merah
  • Bayi dan balita akan rewel dan mudah marah.
  • Sakit perut.
  • Muntah.
  • Batuk.

Awal mulanya anak akan mengalami demam dengan suhu tubuh 101°F (38°C) sampai 103°F (39°C) disertai rewel atau lesu terkadang disertai pilek.

Pada anak yang lebih gede biasanya mengeluh sakit tenggorokan, pada bayi mungkin akan menolak ASI atau tidak mau minum apalagi makan lantaran sakit menelan.

Kemudian satu atau dua hari berikutnya, muncul bintik-bintik merah yang kemudian menjadi luka atau lecet di mulut (bibir dan pipi bagian dalam, langit-langit dan tenggorokan) mirip sariawan kecil-kecil dan banyak. Disamping itu muncul juga ruam berupa bintik-bintik merah datar atau timbul berisi cairan (vesikel) atau lepuhan, dan terkadang pecah menjadi lecet (ulkus). Ruam atau lepuhan ini biasanya terdapat pada telapak tangan dan telapak kaki; dapat juga muncul pada lutut, siku, bokong atau daerah genital.

Beberapa anak yang terinfeksi dengan virus flu singapura ini mungkin tidak mendapatkan semua gejala penyakit. Sebagian mungkin hanya mengalami ulkus mulut atau lepuhan pada kulit.

Seperti halnya penyakit virus lainnya, penyakit flu singapura akan membaik sendiri tanpa pengobatan dalam kurun waktu 7-10 hari.

flu-singapura

Umumnya, penyakit flu Singapura diawali dengan munculnya demam. Setelah itu, sekitar satu atau dua hari, akan muncul tukak atau luka di sekitar gusi, lidah, dan pipi bagian dalam. Kondisi inilah yang bisa membuat Anda kesakitan saat minum, makan, atau menelan. Tidak lama setelahnya, ruam muncul di sekitar telapak tangan dan kaki, serta terkadang pada bokong dan selangkangan.

Kebanyakan kasus flu Singapura, penderita tidak membutuhkan bantuan medis, karena gejala-gejala penyakit akan mereda dengan sendirinya dalam waktu tujuh hari tanpa penanganan apa pun. Tapi jika penderita mengalami dehidrasi, gejala tidak membaik dalam waktu satu minggu, dan muncul gejala fisik lainnya, segera berkonsultasi dengan dokter.

Penyebab dan Cara Penularan Flu singapura

Penyebab Flu singapura adalah virus RNA famili Picornaviridae, Genus Enterovirus terdiri dari virus Coxsackie A, virus Coxsackie B, Echovirus dan Enterovirus. Virus Penyebab Flu singapura tersering namun ringan adalah Coxsackie A16, sedangkan penyebab yang menimbulkan kasus berat atau berpotensi menimbulkan komplikasi hingga kematian adalah Enterovirus 71.

Kelompok virus bernama enterovirus A yang menjadi penyebab flu Singapura. Virus coxsackie A16, A6, A10, dan enterovirus 71 adalah jenis-jenis enterovirus A yang paling sering menyebabkan munculnya flu Singapura.

Virus jenis ini menyebar ke jaringan di mulut, sekitar amandel, dan masuk ke dalam sistem pencernaan. Hingga akhirnya menyebar ke seluruh tubuh melalui aliran darah. Akan tetapi sebelum virus menyebar ke organ-organ vital, sistem imunitas tubuh akan mengendalikannya.

Karena penyebabnya virus maka flu singapura ini mudah menular. Penularannya seperti penyakit flu yaitu melalui droplet saat bersin, air liur, tinja, dan cairan dari vesikel atau ekskreta. Penularan kontak tidak langsung bisa melalui barang-barang yang terkontaminasi oleh cairan tersebut. Penyakit ini umumnya menyerang balita usia 2 minggu sampai 5 tahun, namun ada kasus yang terjadi pada anak hingga usia 10 tahun. Sedangkan Orang dewasa umumnya kebal terhadap enterovirus ini, namun bisa saja terjadi.

Sumber utama penyebaran kelompok virus ini adalah melalui mulut. Penyebaran flu Singapura dari satu orang ke orang lain adalah kontak langsung dengan penderita, melalui:

  • Cairan dari hidung maupun tenggorokan yang keluar saat bersin.
  • Air liur atau ludah yang terlempar ke udara saat batuk.
  • Cairan yang berasal dari luka melepuh.
  • Permukaan benda yang sudah terkontaminasi oleh kotoran penderita (tinja).

Diagnosis Flu Singapura

Tanda dan gejala flu Singapura bisa disebabkan oleh berbagai macam virus. Terdapat beberapa hal yang bisa membedakan gejala flu Singapura dengan penyakit lainnya, yaitu:

  • Pola dari gejala yang terjadi. Urutan terjadinya gejala-gejala bisa menentukan apakah seseorang tertimpa flu Singapura atau tidak. Gejala flu Singapura biasanya dimulai dengan demam dan sakit tenggorokan. Kemudian diikuti munculnya luka-luka di mulut, serta ruam pada tangan dan kaki.
  • Usia pasien. Flu Singapura umumnya terjadi pada anak berusia di bawah 10 tahun.
  • Bentuk dan ukuran luka. Ukuran luka bisa membedakan flu Singapura dari penyakit lainnya. Flu Singapura punya ukuran luka lebih kecil dari cacar.

Hasil evaluasi beberapa hal di atas biasanya cukup untuk menjadi bahan diagnosis dokter. Namun jika masih belum yakin, dokter biasanya akan mengambil sampel cairan (dari kulit, tenggorokan, atau rektum), darah, atau tinja untuk diteliti di laboratorium.

Pengobatan dan Pencegahan Flu Singapura

Umumnya, flu Singapura tidak membutuhkan pengobatan. Kondisi ini biasanya pulih dengan sendiri setelah kurang lebih satu minggu. Flu Singapura disebabkan oleh virus, jadi Anda tidak bisa mengonsumsi antibiotik untuk meredakannya. Namun, Anda bisa melakukan beberapa perawatan sendiri untuk meredakan gejala-gejalanya:

  • Untuk meredakan rasa nyeri dan demam, berikan asetaminofen atau ibuprofen. Jangan berikan aspirin pada penderita anak-anak dan remaja di bawah usia 16 tahun, karena berisiko menimbulkan penyakit sindrom Reye.
  • Beristirahat secukupnya dan berikan banyak minuman dingin untuk mengurangi rasa sakit pada tenggorokan.
  • Jangan memberikan makanan atau minuman asam dan pedas, karena bisa membuat luka di mulut dan akan terasa lebih perih. Berikan makanan lunak dan juga sup, karena kondisi ini akan membuat mereka kesulitan dalam menelan

Untuk mengurangi resiko penyebaran flu Singapura, ada beberapa cara yang bisa dilakukan:

  • Mengisolasi penderita flu Singapura. Flu Singapura sangat mudah menular, oleh karena itu penderitanya disarankan untuk diisolasi hingga sembuh.
  • Membersihkan area-area yang dicurigai terkontaminasi virus. Bersihkan area-area yang dicurigai terkjontaminasi virus (pakaian, seprei, meja, peralatan makan) menggunakan air dan sabun, kemudian bersihkan lagi dengan pemutih klorin.
  • Cucilah tangan dengan bersih. Cobalah untuk mencuci tangan dengan bersih secara rutin, khususnya setelah BAB, mengganti popok anak, menyiapkan makanan, dan sebelum makan.
  • Ajarkan cara menjaga kebersihan. Ajarkan pada anak bagaimana menjaga kebersihan anggota tubuhnya sendiri, sebab anak-anak di bawah 10 tahun rawan tertular flu Singapura.
  • Hindari berbagi peralatan maupun mencium anak yang sedang menderita flu Singapura.

Komplikasi Flu Singapura

Ada beberapa komplikasi flu Singapura, tapi memang jarang terjadi. Beberapa komplikasi flu Singapura adalah:

  • Dehidrasi. Luka yang muncul pada rongga mulut dan tenggorokan bisa mempersulit penderita untuk minum cairan, yang bisa membuatnya mengalami dehidrasi.
  • Meningitis virus. Virus penyebab flu Singapura bisa mengakibatkan meningitis virus, jika virus tersebut bisa masuk ke otak. Meningitis virus adalah infeksi selaput yang mengelilingi otak dan saraf tulang belakang. Akan tetapi, komplikasi ini jarang terjadi.
  • Ensefalitis. Ini adalah komplikasi paling serius dan paling jarang terjadi dari flu Singapura. Ensefalitis merupakan infeksi virus yang menyebabkan jaringan otak membengkak dan meradang. Ensefalitis juga bisa menyebabkan kerusakan otak cukup parah, dan akhirnya berujung pada kematian.

sumber :

http://mediskus.com/penyakit/flu-singapura

http://www.alodokter.com/flu-singapura

Advertisements

Author: Admin

Saya sangat berterimakasih kepada semua kontributor, Editor, penulis serta pembaca setia www.likeupdate.com, saya pribadi sebagai pengembang sangat menghargai semua karya serta apresiasi mereka . Dan untuk terjaga suasana yang nyaman dan santai bagi semua pihak. saya juga menghimbau untuk para pembaca, penulis ataupun Editorial di LikeUpdate.com apabila menemukan pelanggaran atau hal yang tidak ber-etika di halaman LikeUpdate.com silahkan laporkan melalui form contact us pada menu.

One thought on “Cara Pengobatan, Mencegah, Gejala & Ciri-Ciri Flu Singapura Pada Anak

  1. bayu

    Terimakasih atas informasinya… smoga anak saya terhindar dari penyakit ini hehe

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *