Belajar Tentang Tradisi Seksual Kuno di Jepang

By | June 20, 2017

Jepang seringkali dikenal sebagai negara dengan kecenderungan kehidupan sex yang sangat longgar. Dibandingkan dengan negara barat yang lebih kental dengan ajaan kristiani, negara Jepang memiliki banyak jenis fantasi seksual sejak zaman dahulu. Anda bisa banyak menemukan nuansa seksual dalam berbagai karyanya mulai dari komik atau video bernuansa hentai atau ecchi, hiburan dari sosok Geisha hingga industri film pornonya yang terkenal. Bahkan Jepang juga terus memproduksi sex toys untuk memuaskan manusia yang tidak hanya berupa boneka, tetapi taraf robot seks yang juga memiliki emosi seperti manusia.

Di Jepang, Anda akan bisa dengan mudah menemukan Fetish Club dengan berbagai fantasi seksual. Beberapa budaya dan tradisinya juga tidak terlepas dari kehidupan seksual, misalnya saja Onda Matsuri atau Festival sawah yang merupakan budaya sex Jepang kuno biasa diadakan setiap tanggal 3 Februari di Kuil Asuka ni imasu. Festival tersebut menggelar ritual seks publik. Masih ada lagi budaya seks Jepang lain yang tidak kalah hebohnya, yaitu sebagai berikut.

Tradisi Kuno Oshouji

Jepang terkenal dengan seni menulis kaligrafi kanji Jepang. Seni yang penuh makna dan berkelas tersebut rupanya juga digunakan untuk menyalurkan hasrat seksual, lho. Tradisi kuno ini disebut dengan Oshouji. Dalam seni tersebut, seseorang akan menulis kata-kata yang jorok atau berbau seksual dalam sebuah tulisan kaligrafi kanji yang indah. Bahkan bisa juga berisi tulisan yang merendahkan pasangannya. Meski terdengar aneh, namun tradisi kuno ini memang ada di Jepang.

Tradisi Seksual Nyotaimori

Anda tentu sudah tidak asing dengan makanan Jepang bernama sushi. Terdiri dari daging ikan yang lezat digulung dan tidak lupa nori yang membungkus nasi. Makanan khas Jepang yan satu ini rupanya juga tidak terlepas dari budaya seksual yang ada di negara tersebut. Adalah tradisi Nyotaimori yaitu sebuah jamuan makan sushi atau sashimi dimana tubuh wanita telanjang yang menjadi nampan atau piringnya.

Nyotaimori sangat populer di Jepang pada tahun 1990-an. Namun kini Nyotaimori sudah dilarang di Jepang, meski dengan sembunyi-sembunyi masih dilakukan oleh kalangan eksklusif. Sebagai nampan Nyotaimori, wanitanya tidak bisa sembarangan sebab harus melewati pelatihan terlebih dahulu. Si wanita harus berusaha untuk menahan geli, bersikap tenang dan memiliki tubuh yang bersih. Maka, sebelum menjadi nampan sushi atau sashimi, wanita diharuskan mandi seluruh tubuh hinga bersih termasuk bagian Ms.V yang harus dicukur bersih. Sebab ia akan berbaring selama berjam-jam sebagai nampan, wanita juga perlu berlatih untuk tidur dalam waktu yang lama agar tetap tenang.

Pada waktu dulu, cara makan Nyotaimori dilakukan langsung dengan mulut, namun seiring waktu sumpit bisa digunakan meski tubuh si wanita tetap telanjang. Cara penyajian makan Nyotaimori juga memiliki seninya sendiri. Sebagai nampan, sang wanita akan ditaburi dengan bubuk tertentu agar memiliki tubuh yang senantiasa bersuhu dingin dan tidak lembab. Jika tubuh atau nampan panas, maka sushi atau sashimi yang disuguhkan tidak baik bagi kesehatan sebab terkontaminasi.

Tradisi Seks Unagi

Belut dengan kudapan sushi tentunya memiliki rasa yang nikmat dan membuat siapapun ngiler untuk mencobanya ya. Namun Anda tentu tidak membayangkan jika rupanya belut dalam tradisi unagi, berguna untuk mencapai orgasme untuk para wanita Jepang. Tradisi Unagi sudah ada sebagai tradisi kuno Jepang. Caranya yaitu dengan memasukkan belut ke dalam vagina para wanita. Di dalam vagina, belut akan bergerak-gerak mengubek dalam vagina wanita hingga para wanita mencapai orgasmenya. Di Jepang, belut dianggap sebagai afrodisiak alami oleh masyarakatnya. Tradisi seks Unagi, sebenarnya cukup berbahaya untuk dilakukan sebab bisa saja membawa kuman penyakit seperti salmonella melalui organ intim wanita, atau parasit lain yang bisa membahayakan kesehatannya.

Kanamara Matsuri

PernahkahAnda melihat patung besi penis berukuran jumbo yang diarak oleh masyarakat Jepang? Tradisi ini bernama Kanamara Matsuri yaitu sebuah festival kuno yang disebut bertujuan untuk menghormati kesuburan, untuk mencegah penyakit kelamin yang menular dan juga bertujuan untuk mengumpulkan dana penelitian penyakit HIV.


Author: Alkhalifi Sastra

Saya sangat berterimakasih kepada semua kontributor, Editor, penulis serta pembaca setia www.likeupdate.com, saya pribadi sebagai pengembang sangat menghargai semua karya serta apresiasi mereka . Dan untuk terjaga suasana yang nyaman dan santai bagi semua pihak. saya juga menghimbau untuk para pembaca, penulis ataupun Editorial di LikeUpdate.com apabila menemukan pelanggaran atau hal yang tidak ber-etika di halaman LikeUpdate.com silahkan laporkan melalui form contact us pada menu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *